Rabu, 01 Juli 2015

Novel Dimensi






DIMENSI
Dimensi membawa aku ke kehidupan remaja (yah, merasa tua diri ini). Tapi, bukan cuma tentang cinta dan masa-masa sekolah yang ditampilkan. Dimensi mengajakku berjelajah ke tempat-tempat yang tak terbayangkan.
Bercerita tentang Keira Luvena yang menyambut kawan barunya dengan suka cita. Karena ia tak harus bersebelahan denan bangku kosong-yang-mungkin-ditempati-sosok-lain. Keira mengajak Zhafira tour de school langsung hari itu. Zhafira Massawa, pindahan dari Palembang karena dipindah tugaskan ke Bandung. Tapi, ada sesuatu yang aneh dengan gadis itu.
Pernah juga Zhafira tidur pingsan di tenggah pelajaran. Tapi gadis itu tidak sadarkan diri di waktu yang lama. Ada apa dengan Zha? Lalu akankah Keira dapat membantu  Zha? Apa lagi ternyata Zha itu... (upsh, gak seru kan kalo aku cerita).
Membawakan tema yang jarang diambil membuat Dimensi menarik. Apalagi ternyata buku ini ditulis duet oleh dua orang yang terpisah pulau. Adapula beberapa kalimat yang ku suka seperti:
“Zha Sayang, Tuhan itu maha sempurna. Tak ada satu halpun yang Tuhan ciptakan sia-sia Begitu juga dengan penciptaanmu, Zha.”-hal 100.
“Atuh sabar, Neng. Hidup itu adalah proses. Ikuti dan nikmati prosesnya.”-hal 101.
“Tulang rusuk dan pemiliknya ngak akan tertukar, Kei”- hal 161
“Kalau memang saya harus mati ditangan Belanda, berarti saya mati sebagai pejuang,bukan pecundang.”hal 169.
“Verba volan scripta manet!”hal 183
Dimensi, mengajakku mengenal tempat juga orang-orang yang tak ku kira. Mari jelajahi “Dimensi” ini bersama, atau sekedar mengintip dunia lain melalui “Dimensi”.
Keterangan buku:
Judul             : Dimensi
Penulis          : Triani Retno. A & Rassa Shienta. A
Penerbit         : Elex Media Komputindo
Terbit            : 2014
ISBN            : 978-602-02-4423-5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar