DIMENSI
Bercerita tentang Keira
Luvena yang menyambut kawan barunya dengan suka cita. Karena ia tak harus
bersebelahan denan bangku kosong-yang-mungkin-ditempati-sosok-lain. Keira
mengajak Zhafira tour de school langsung
hari itu. Zhafira Massawa, pindahan dari Palembang karena dipindah tugaskan ke Bandung.
Tapi, ada sesuatu yang aneh dengan gadis itu.
Pernah juga Zhafira tidur
pingsan di tenggah pelajaran. Tapi gadis itu tidak sadarkan diri di waktu yang
lama. Ada apa dengan Zha? Lalu akankah Keira dapat membantu Zha? Apa lagi ternyata Zha itu... (upsh, gak
seru kan kalo aku cerita).
Membawakan tema yang
jarang diambil membuat Dimensi menarik. Apalagi ternyata buku ini ditulis duet
oleh dua orang yang terpisah pulau. Adapula beberapa kalimat yang ku suka
seperti:
“Zha Sayang,
Tuhan itu maha sempurna. Tak ada satu halpun yang Tuhan ciptakan sia-sia Begitu
juga dengan penciptaanmu, Zha.”-hal 100.
“Atuh sabar,
Neng. Hidup itu adalah proses. Ikuti dan nikmati prosesnya.”-hal 101.
“Tulang rusuk
dan pemiliknya ngak akan tertukar, Kei”- hal 161
“Kalau memang
saya harus mati ditangan Belanda, berarti saya mati sebagai pejuang,bukan
pecundang.”hal 169.
“Verba volan
scripta manet!”hal 183
Dimensi,
mengajakku mengenal tempat juga orang-orang yang tak ku kira. Mari jelajahi
“Dimensi” ini bersama, atau sekedar mengintip dunia lain melalui “Dimensi”.
Keterangan buku:
Penulis : Triani Retno. A & Rassa Shienta.
A
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2014
ISBN :
978-602-02-4423-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar