Detak jantung ini masih tak karuan. Kringat dingin
membasahi telapak kedua tangan. Tubuhku bergetar hebat. Langkah kecil yg ku
tapak tiada meredakannya. Sahabat juga ibu yang mengapitpun tidak menenangkan.
Namun melihat mu, mendapati kamu di sini. Membuat
semua itu hilang seketika. Lenyap berganti gembira.
Tapi, benarkah dirimu? Sungguhkah nyata dan bukan hanya
mimpi? Mimpi yang selalu terbayang dalam benakku. Hadir dalam setiap harapan
serta doa. Dirimu kah ini?
Seorang yang tengah memberi senyum. Senyum yang mampu membuatku melayang. Terbang ditelan gembira. Senyum dari wajah tampan yang telah menghipnotisku
Seorang yang tengah memberi senyum. Senyum yang mampu membuatku melayang. Terbang ditelan gembira. Senyum dari wajah tampan yang telah menghipnotisku
Sayang, dapat ku sadari ada yang berbeda.
Ada yang hilang rasanya. Tak sama dengan senyum
sebelum-sebelumnya. Hanya lengkungan tanpa arti yang kau beri.
Terpaksa.
Kata itu langsung melintas dalam otakku. Karna memang
mungkin itulah yg membuatmu di sini. Berada di sisiku, untuk mengucap janji
suci. Janji setia menemani hingga akhir.
Meski ku tahu kau tak cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar